Silaturahmi (kata baku bahasa Indonesia) atau silaturahim (Arab: shilah al-rahim) terdiri dari kata shilah--yang terambil dari akar kata washala yang berarti menyambung-- dan ar-rahim yang pada mulanya berasal dari nama Allah, lalu diberikannya kepada makhluk untuk menunjuk pada sesuatu yang menjadi penyebab kasih-sayang, yakni “rahim/peranakan”. (www.risalahislami.com)
Dapat dikatakan bahwa Silaturahmi berarti menyambung Kasih Sayang, dan apabila Silaturahim berarti Menyambung Tali Persaudaraan. Sehingga dapat kita fahami Silaturahmi atau silaturahim dalam hubungannya dengan sesama manusia adalah menyambung tali persaudaraan dengan penuh kasih sayang.
Perintah Silaturahmi
$pkr'¯»t â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3/u Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í #ZÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4
(#qà)¨?$#ur ©!$# Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnöF{$#ur 4
¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3øn=tæ $Y6Ï%u ÇÊÈ
Artinya : "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu"
Dari ayat diatas dapat kita sedikit fahami sementara bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk memelihara hubungan antar manusia (Silaturahim) dengan penuh kasih sayang.
Silaturahmi disini perlu di wujudkan tidak hanya dalam bentuk bersalaman, namun bisa lebih dari itu. salh satu contoh adalah saling berkunjung atau bertamu. Dapat kita ketahui wujud lain dari silaturahmi adalah hubungan yang harmonis dengan saling memaafkan pada saat Idul Fitri, itu salah satu contoh lain.
Larangan Memutus Silaturahmi
عن جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ َخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ – ر البخاري و مسلم
Artinya : "Dari Jubair bin Muth’im ra, Ia mendengar Nabi saw bersabda :” Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi “ ( HR. Al-Bukhari & Muslim ).
Jelas sekali Hadits diatas, Rasulullah menkhabarkan bahwa seseorang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga. Dari sini bisa kita fahami bahwa silaturahmi disini merupakan bentuk hubungan manusia dengan manusia حبل من الله , dimana terjalin hubungan yang baik antar sesamanya, sehingga saat kembali kehadapan Allah tidak meninggalkan sesuatu yang merugikan.
Sosial Media
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, seluruh informasi yang ada didunia ini dapat di akses dengan mudah. Sosial Media merupakan salah satu hasil dari IPTEK tersebut. Sosial Media merupakan ruang waktu yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dari satu orang ke orang yang lain yang memiliki account. Dengan kata lain, Sosmed merupakan alat untuk menghubungkan satu orang ke orang lain (Silaturahmi).
Dalam perkembanganya Sosmed ini pastinya sudah dirasakan kelebihan dan kekuranganya. dalam Hal efisiensi dan efektifitas Sosmed dapat dirasakan jutaan jiwa didunia yang tidak terbatas ruang dan waktu, namun di sisi lain dapat mengakibatkan pergeseran moral karena Sosmed. Kenapa? karena Sosmed belum dapat menggantikan posisi silaturahmi sebagaimana yang dimaksudkan dalam Al-Quran. Dimana hubungan tali silaturahmi tidak hanya terbatas pada tulisan, gambar, video, namun lebih dari itu yaitu muwajjahah, musafahah, yang dapat menghantarkan hati manusia pada ketenangan jiwa (emotional).
Penulis berpendapat, Silaturahmi lewat Sosmed baik, tetapi alangkah baiknya silaturahmi ini tidak terbatas pada dunia maya belaka, namun bermuwajjahah, musafahah didalam dunia nyata. (Kgms)

0 comments :
Post a Comment