//

Friday, 13 May 2016

Do'a Masuk WC

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaaits

Artinya : "Ya Allah, aku berlindung diri kepada Engkau dari gangguan syaitan jantan dan gangguan syaitan betina"

Do'a Melepas Pakaian

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَاِلَهَ اِلاَّهُوَ

Bismillahilladzi laailaaha illa huwa

Artinya : "Dengan menyebut nama Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia (Allah)"

Wednesday, 11 May 2016

Do’a Ketika Memakai Pakaian


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيْمِ

اللهُمَّ إِنّى اَسْئَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَاهُوَلَهُ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَمِنْ شَرِّ مَا هُوَلَهُ

Allahumma innii asaluka min khoirihi wa khoiri maa hualahu, wa a’udzubika min syarrihi wa syarri maa huwalahu

Artinya : "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Ya Allah, sesungguhnya memohonkan kepada-Mu dari kebjikan (pakaian) dan dari kebajikan sesuatu yang (pakaian) ini dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari keburukan (pakaian) ini dan keburukan sesuatu yang (pakaian) ini dibuat untuknya"

Do'a Setelah Bangun Tidur


اَلْحَمْدُلِلهِ لَّذِيْ اَحْيَانَا بَعْدَمَا اَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوُرِ

Alhamdulillahilladzi ahyaana ba'damaa amaatana wa ilaihi nusyuri

Artinya : "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit"

Do'a Ketika Hendak Tidur


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

بِسْمِكَ اَللهُمَّ اَحْيَاوَاَمُوْتُ


Bismika Allahumma Ahya wa Amuutu

Artinya :"Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhan, aku hidup dan aku mati"

Kepada-Mu

Oleh DK

Ya Illahi...
Engkau dzat yang membolak-balikkan hati..
Teguhkan hatiku dalam ketaatan-Mu..
Senantiasa mengabdi pada –Mu
Dalam sepertiga malam yang mulia..
Terbangun dari mimpi ,,membuka kelopak mata
Sejenak mengumpulkan kesadaran ,,dan segera mengayunkan langkah tuk besuci…
Aku bersujud dengan segala kerendahanku…
Roda tasbih yang mengiringi bibirku yang basah,, mengagungkan asma-MU..
Semua alam bertasbih pada-Mu, utusan-Mu turun menebar berkah pada makhluk-Nya yang bertasbih mengagungkan asma-Nya..
Aku menatap langit yang tak bertepi,,,
Membelai bumi hingga akhir nanti…
Aku untai harapan-harapanku dalam sebuah rangkaian doa,,,
Semoga rajutan harapanku akan menjadi pakaian takwa ,,sampai aku menutup mata..

Sssssstt!

Jangan berkata apa-apa
Aku bukan siapa-siapa
Bilang saja pada bunga
Aku hanya pura-pura
Bilang aku berjalan dibawah muka
Tidurku dengan ratapan
Tiap pagi aku makan harapan
Soreku pulang ke singgasana duka
Betapa sunyi telah jadi sahabatku
Air pelipur laraku tlah kerontang dalam mata
Bibir manisku telah lelah dalam jeritan jwa
Wajah jelitaku tlah layu semu
Ini hanya penghias bayangan
Agar bunga-bunga berhati riang

Somna

Bunga ditepi malam
Ranumkan pekat hati
Keindahanmu diantara senyum ibu
Tiada tampak sehelai bisikan menyentuh qalbu

Tiada pernah darah ini mengalir dari hati
Dari bibir menjilat sukma
Bermimpi merengkuh wangimu
Mungkin tidak lebih dari hamba
Yang memandang langit

Buknlah diri ini
Karena sudra membalut sejak ayah berpesan
Hanya kalau boleh
Sebab somna adanya

My Feel

Pernahkah kau tahu?
Apa yang sebenarya aku rasakan?

Hati ini dirundung pilu,
Walau hanya sekejap tak bertemu
Retak remuk tak berdaya,
Bagai batu tak bernyawa

Pernahkah kau tahu?
Apa yang sebenarnya aku rasakan?

Jiwa ini terasa hampa
Saat kau tak ada
Tergelimpang penuh duka
Bagai daun kering keronta

Pernahkah kau tahu?
Apa yang sebenarnya aku rasakan?

Raga ini terasa rapuh
Saat tiada tempat berlabuh
Tuk letakkan sejenak tubuh
Didekatmu tiada acuh

Menuju Sang Hyang

Malam petang gemerlap penuh bintang
Terbawa angan entah kian menghilang
Tak sejejak tanda kehidupan dari Sang Hyang
Gambaran bumi menyelinap terang
Teg,,,teg,,,teg,,,teg,,,teg,,,.
Berjalan suara ajeg
Terus berputar kian mendeg
Hingga menuju fajar serasa deg
Astaghfirullah,,,,,,,
Terucap bibir merekah basah
Sebasah air meluap gecah
Membanjiri kapuk terbungkus kasha
Teg,,,teg,,,teg,,,teg,,,teg,,,.
Berjalan telusuri jalan suci
Menuju sumber pengapusan dosa
Basahkan seluruh dengan do’a fasih
Seiring fajar tiba saat menghadap
Belumterdengar seruan arah kiblat
Lantunan niat begitudalam nan berat
Allahu Akbar,,,
Sami Allahuliman Hamidah,,,
Allahu Akbar,,,
Assalamu’alaikum,,,
Tuhan,
Engkaulah pemberi rahmat,
Atas kebahagiaan Umat,
Yang senantiasa bertobat,,,

Road a Way

Tiada pernah kuminta
Kepergian demi kepergian
Meninggalkan suasana do’a

Dikala salam tiba
Tlah tiada wajah kesedihannya

Ku bercengkrama pada mimpi
Inikah kisah pengembalaanku
Dalam taman indah penuh bunga
Bahagia penunggu keharuman
Bermekaran dalam jambangan
Berguguran dalam pandangan

Tiada pernah kurelakan
Berserakan pada mata
Hanya menjaga dan,
Tak memilikinya

Bila ku tlah sendiri
Sepi sunyi bertaburan
Dalam do’aku termangu
Kebahagiaan semoga menyertainya.

Kilas

Wajah itu,,,
Bergelayut pada getar nadiku
Bersambut diantar sepi
Wajah itu tersemnyum pilu
Tiada mataku lelah
Dalam dekapan mimpi menghiasi
Wajah itu merengek menggoda jiwa
Tiada daya terpapah hasrat penuh luka
Betapa gelap jadi terang
Wajah itu kian tergiyang
Wajah itu hanya kelebat bayang
Akankah hanya suatu kenang
Ataukah dapat berpegang

Ketika Cinta Harus Memiliki

Darimanakah datangnya Cinta???,,, dari mata turun kehati,,,. Itulah kata atau alasan yang sering kita dengar, dan itu memang benar keberadaannya.
Kita menggunakan mata sebagai alat untuk mengetahui dan menilai seseorang, apakah ia cantik, elok, manis, ganteng, gagah, maco atau idealkah sebagai pendamping atau tidak. Semua itu bisa diketahui dengan memandang anggota lahir.
Tidak mungkin kita begitu saja mengakakan kalau kita Cinta terhadap si fulan apabla kita belum mengenalnya. Seseorang harus mengenali satu sama lain dalam menjalin suatu hubungan batin, oleh karenanya seseorang dalam memilih pasanganya tak lepas dari sebuah terketahuannya seseorang. Dalam artian seseorang harus benar-benar mengetahui siapa sebenarnya orang yang hendak kita ajak menjalin hubungan. Namun lebih ideal lagi apabila satu sama lain memberikan izin untuk dapat mengenali satu sama lain, sehingga tidak didapati sebuah penyesalan dalam sebuah perkenalan yang dianggap ternyata tidak cocok.
Ketidak cocokan sebenarnya bukan karena tidak cocok dalam segi baik materiil, fisik, atau entah apa yang menjadi sebuah pengharapan atau criteria, namun ketidak cocokan dikarenakan ketidak bisanya seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain untuk menjalani sebuah hubungan, akibatnya sering sebuah perkenalan atau bahasa kerenya “PDKT” berakhir dengan kekecewaan akibat ketidak cocokan. Padahal bukan cocok atau tidak cocok penyebab itu semua, tapi bagaimana seseorang bisa menyesuaikan diri terhadap orang lain atau penyesuaian diri, itulah sebenarnya letak Cinta sejatinya.
Ketika kita mengatakan cinta, tak lepas dari diawali dengan sepasang mata yang memandang. Tak heran jika orang mudah cinta walau baru mengenal, karena mata mempunyai daya tangkap yang hebat dalam menilai sesuatu, karena telah berproes melalui Qalb dan Nafs. Sehingga membuah kan sesuatu yang sreg dalam hati, “dari mata turun kehati”.
Sebagaimana terurai diatas bahwa kita harus saling mnengenal terlebih dahulu satu sama lain, sebelum menindak lanjuti sebuah kata Cinta, sebagai mana firman  Allah,
وَعْتَصِمُ بِحَبْ للهِ جَمِيْعَا وَلاَ تَفَرَّقُوْ
Artinya : “ dan ikatkanlah kamu semua pada tali Allah, dan jangnlah kamu bercerai-berai.”
Dari ayat diaatas, dijelaskan bahwa ketika kita hendak menjalin suatu hubungan, hendaklah dikarenakan Allah, bukan karena sesuatu perkara yang yang mendatangkannya, karena sesunggunhya hal itu pasti akan berakhir dengan bercerai-berai, dan esungguhnya Allah tidak menyukai percerai-beraian.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Cinta berawal dari sebuah perkenalan (ta’aruf) yang dari padanya ada keinginan untuk dapat saling mengenal satu sama lain dan berusaha untuk saling menyesuaikan satu sama lain “menjaga hati”.
Apakah cinta harus memiliki??? Kataku ya….
Tidak munafik, ketika mencintai sesuatu pasti ada hasrat dan keinginan untuk dapat memilkinya, Karena kita bersifat manusiawi yang mempunyai naluri. Suatu contoh kecil ketika cinta akan barang, misalnya HP, kita cinta akan sebuah HP yang berkamera, pasti kita punya hasrat untuk memilikinya dengan cara membelinya. Mungkin sampai-sampai HP yang sudah kita beli ketika dipinjam orang lain merasa ada ketidak relaan, karena itu HP ada yang punya. Nah dari situ dapat kita simpulkan bahwa sejatinya cinta tu untuk memiliki satu sama lain, sehingga akan ada rasa tanggung jawab untuk saling menjaga, percaya, mengerti, perhatian dan macem-macem. Itu bentuk dari sebuah Cinta yang sebenarnya yang sekali lagi cinta karena akan Allah SWT.

Wallahu a’lam bish showab,,,

Engkaukah Jodohku?

Kupandang langit penuh makna
Menunggu jatuhnya bintang menyala
Hantarkan sebuah do’a
Tuk sampaikan kata cinta

Tersentak berat hati
Saat terdengar gelegar petir menyambar
Tak mampu sumbat suara ketelinga
Hingga terdiam dan bergetar

Tanda apakah itu?

Hati mungil berbisik
Galaukan suasana mengusik
Hingga tak mampu berkutik
Terputus dengan tanda titik

??????????????????????????
?????????????????????????
????????????????????????
???????????????????????
Engkaukah jodohku????
?????????????????????
????????????????????
???????????????????
??????????????????
??????????????????????????

Tuesday, 10 May 2016

If Love

Cinta,,,
Kadang-kadang muncul tiba-tiba
Tak diharap berbisik kata
Selimuti hati dalam asmara
Cinta,,,
Menyelinap hinggap dalam
Tak ubah sebuah perasaan
Dustai bayangan memikat tajam
Cinta,,,
Terkadang sulit dilepaskan
Jika telah melekat erat
Tiada akar lepas dalam jeratan
Cinta,,,
Sungguh menyenangkan dikala sedih
Ngangenin dikala rindu
Meramaikan dikala sepi
Tapi,,, Cinta,,,
Terkadang juga membuat sedih dikala senang
Membuat sepi dikala ramai
Menghantui setiap baying
Bahkan,,, Cinta
Membuat gila sang kumbang dan bunga
Ketika tak diharap kepergianya
Begitu menghilang tanpa jejak
Hingga tak sampai hati ini
Untuk menahannya,,,

Mawar Malam

Setangkai mawar tlah tertanam dihati
Kan tersambut wajah berseri
Senyum manis tiada pernah bersalah
Ucapan lembut ketulusan jiwa
Tatapan kesucian membasuh segala dosa
Dari anak pembunuh kedua orang tua
Atau dari malam yang bersetubuh nafsu
Dari bacin yang tertenggak kura-kura
Yang penting tiada pernah menduakanya
Sungguh,,,
Tak kan relakan mawarkan layu
Dari gundah malam nan jemu
Sungguh,,,
Tak kan biarkan mawarkan membusuk
Dengan kepilauan hati yang khusyuk
Sungguh,,,
Tak kan ijinkan mawar kan ditangan
Oleh bisikan hati dalam angan
Biar kunanti,,,,,,,,,
Nikmati wangi lembut belainya
Tatapan indah paras mahkotanya
Terengkuh sepenih jiwa
Hingga fajar mendapati

Fatamorgana

Terdengar Suara …..
Tuk… tuk… tuk… tuk…
Hati tergetar kan oleh wajah sang hebat
Berambut dengan tutup peci beludru
Berjas dan berdasi yang perlihatkan kewibawaan

Setiap jalannya membawa setiap orang dalam ketundukannya
Setiap ucapannya membawa setiap orang dalam kedamaian
Setiap sikapnya menjadi inspirasi bagi setiap orang yang melihatnya

Sungguh terkagum hati ini ingin mendekat dan bertanya
Apakah dia bahagia dalam keadaan tersebut?
Apakah sebenarnya dia merasakan kenyamanan seperti itu?
Apakah semua itu wujud dari kebenaran hatinya?

Entah pertanyaan itu muncul dibenakku
Ketika ku melihatnya dia diseret dalam berbagai banyak media berita
Pemberitaan itu cukup mencengangkan bagi sosok yang bodoh ini
Yang hanya melihat dari Sosok kegagahan dan kewibawaannya
Tapi ternyata itu hanya sebuah fatamorgana dari Sebuah tuntutan kehidupan

Syurga Wanita

Berdiriku hanya seorang ayah
Dikala mereka merengek keluh kesah
Meminta minum dari segelas pikirku
Meminta makan dari sabar qalbuku

Cukup bagiku seorang ayah
Dikala wajah mereka memerah
Merasa suasana tanpa arah
Membuat semua resah

Bahagiaku seorang ayah
Dikala wajah mereka cerah
Sepertinya hari raya tlah berada
Gelak dan tawa tertumpah ruah

Aku berfikir,,,
Andai benar-benar timanganku
Seluruh hidupku tercurah pada mereka
Betapa inginku memandang
Wajah-wajah mereka terpampang
Pada pintu-pintu syurga,,,

Sang Malam

Malam,,,
Kau begitu jahat
Kau relakan aku dalam kepenatanku
Kau pisahkan aku dalam kenyataan
Mimpimu membawaku mendustaiku
Kau pecahkan gelembung duka dihati
Tumpah sudah,,,
Seluruh air mata meneggelamkan kepiluan
Aku tlah sudah bertahan,,,

Do'a Sang Musafir Cinta

Jiwa ini terasa hampa
Gelisah tanpa ada sang kekasih
Yang senantiasa menemani setiap angan
Membawaku kedalam syurga keindahan
Kehadiranya Selalu kunanti
Suaranya selalu ku rindu
Ucapanya selalu terkenang
Dalam benak jatuh ke lubuk hati terdalam
Selalu sulit kuhilangkan
Wajah cantiknya bagai bidadari syurga
Selalu menghantui
Kecantikannya dalam setiap tidurku
Kesalehahhanya dalam setiap bayangku
Keistiqomahannya dalam setiap langkahku

Tuhan tolonglah….
Dekatkan hamba dengan nya
Apabila mendatangkan kebaikan bagi hamba
Jauhkanlah hamba dengannya
Apabila mendatangkan kemungkaran bagi hamba
Do’a terucap dibibir yang Senantiasa mengharap ridho
Dari setiap perbuatan yang kulakukan….

Tulang Rusuk yang Hilang

Berjalan manapaki sebuah samudra
Tak tahu pangkal dan ujungnya
Memutar kepala hingga merana

Susuri kehidupan fana
Korbankan sebagaian jiwa
Tuk arungi lembah bahagia

Tak jua kudapati
Arti dari hidup ini
Tuk curahkan hati

Bahkan terlempar perasaan ini
Saat hati kan dapati
Kepastian yang tak dapat dinanti

Setapak demi setapak
Tak lekang oleh gerak
Yang tak mungkin terelak

Rintangan godaan menyesak
Hingga sampai terisak
Hitamnya hati berkerak

Namun,,,
Itu hanyalah perjalanan lewati karang
Yang tak mungkin dapat terulang
Dalam setiap waktu yang tertuang
Tuk temukan tulang rusuk yang hilang,,,

Adanya Aku

Tinggalkan aku bila kau tak kuat mengenalku
Beginilah adanya adalah aku
Tak lebih tidak kurang adanya adalah aku

Aku tak terlalu berharap sosok mata mengenalku
Tak terbayang sosok muka menatapku
Tak tergiyang sebuah nama indah dihati
Bahkan tak terlalu tau ucap lisan bersenda

Jalanku oleh naluriku
Beriring kemauan  dalam  keyakinan teguh
Berpegang oleh yang selalu menjagaku,,,