//

Monday, 20 February 2017

Pengetian Mukallaf

Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillah, kali ini perkenankan saya ngeblog sedikit mengulas tentang mukallaf, sebagaimana judul blog yang saya gunakan ini. Karena jikalau kita memahami apa arti dalam pemberian sebuah nama atau judul insya Allah akan lebih mudah difahami esensi dari informasi yang akan disampaikan.

Bismillahirrohmanirrohim...
langsung saja, saya akan sedikit mengulas tentang beberapa hal tentang Mukallaf.
- Apa itu Mukallaf?
- Siapa itu Mukallaf?
- Mengapa disebut Mukallaf?
- Bagaimana menjadi Mukallaf?
- Kapan dan dimana seorang Mukallaf?

pertanyaan yang agak berat bagi saya, orang yang masih awam, namun semoga dapat memberikan sedikit manfaat.
1. Apa itu Mukallaf?
Pengertian Mukallaf.
Secara sekilas kita tahu kata Mukallaf berasal dari bahasa Arab yaitu "Kallafa", Ini merupakan kata dasar yang mempunyai arti "membebani". Sedang kata "Mukallaf" merupakan masdar mim dari kata "Kallafa" yang mempunyai arti "yang dibebani". Pertanyaannya sekarang, Siapa yang dibebani? Secara istilah "Mukallaf" mempunyai pengertian yaitu orang Islam yang dikenai kewajiban (beban) atau perintah dan menjauhi larangan agama.

2. Siapa itu Mukallaf?
Dari pengertian diatas kita ketahui bahwa "mukallaf" adalah orang Islam, yaitu setiap orang yang beragama Islam (Muslim) yang dikenai tanggungjawab untuk melaksanakan kewajiban yang dikenainnya dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Jadi yang disebut "Mukallaf" itu adalah orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Lantas orang Islam yang bagaimana yang dikenai tanggungjawab atau kewajiban tersebut? Kita sudah tahu bahwa "Mukallaf" adalah orang Islam, dimana disebut orang Islam itu adalah minimal telah mengucapkan 2 kalimat Syahadat, yaitu Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Dimana seseorang telah bersaksi dengan seyakin-yakinnya secara lisan, yang didasari dari hati dan diamalkan dalam perbuatan.

3. Mengapa disebut Mukallaf?
Kemudian setelah menjadi seorang muslim dengan mengucap kalimat Syahadat, berarti telah berikrar atas kesaksian adanya Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW adalah utusan Allah. Dan ini berarti pula siap melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh Allah (perintah dan larangan) dan mengikuti Rasul Muhammad SAW. Hal yang paling utama kemudian adalah mengenai Rukun Iman, yaitu mengimani bahwa pertama, Yaqin dengan sepenuh hati (sungguh-sungguh) adanya Allah SWT. Kedua, Yaqin adanya Malaikat-malaikat Allah yang berjumlah 10, yang memiliki tugas masing-masing sebagai makhluk Allah SWT. Ketiga, Yaqin bahwa Allah mengutus para Rasul (utusan), dimana yang wajib diketahui adalah 25 nabi dan Rasul (utusan). Keempat, Yaqin kepada 4 kitab yang telah Allah wahyukan kepada para utusan (Taurat= Nabi Musa as, Zabur= Nabi Daud as, Injil= Nabi Isa as, Al Quran= NabiMuhammad SAW.). Kelima, Yaqin tentang akan datangnya hari akhir (Kiamat). Dan Keenam, Yaqin tentang Qadha (ketetapan) dan Qodar (takdir) Allah SWT. 
Setelah itu kemudian melaksanakan Rukun Islam yang jumlahnya ada 5, yaitu 1. Mngucap Syahadat; 2. Tunaikan Sholat 5 waktu (Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar, dan Maghrib), 3. Tunaikan Zakat; 4. Tunaikan Puasa; 5. Tunaikan Haji ke Baitullah (bagi yang mampu, fisik, mental, dan finansial).
Mengapa disebut "Mukallaf", karena sudah menjadi seorang muslim yang telah memenuhi syarat syar'i, yaitu dewasa dan berakal (akil baligh).

4. Bagaimana menjadi Mukallaf
Sebagai seorang Mukallaf, sesuai dengan pengertian diatas tadi, bahwa tujuan utama adalah menjadi seorang yang taqwa (melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah). Menjalankan perintah Allah mulai dari yang wajib hingga mubah dan menjauhi dari yang haram hingga yang makruh. Sebagai Mukallaf juga memiliki 2 tanggung jawab utama, pertama, Hablum Minallah, kedua, Hablum Minannas. 
Dengan demikian, sebagai Mukallaf kita diberikan tanggungjawab untuk bertaqwa kepada Allah dengan beribadah kepada Allah secara langsung dan beribadah melalui makhluk makhluk Allah lainnya (Manusia, Hewan, Tumbuhan, dan semesta alam beserta isinya).

5. Kapan dan Dimana menjadi Mukallaf?
Kapanpun dan dimanapun, setelah mengucap kalimat syahadat dan telah memenuhi ketentuan syar'i, tanggung jawab tersebut melekat daripadanya, hingga batalnya keislaman dan ketentuan Syar'i.

Saudara-saudara yang dirahmati Allah SWT, setelah sedikit mengurai hal tersebut, seolah-olah bahwa menjadi seorang Islam adalah berat. Bisa kita cermati bersama uraian diatas, namun perlu difahami bahwa, semua kewajiban dan larangan Allah itu adalah kebaikan (anugerah) bagi Manusia. Contoh ketika kita melaksanakan Sholat lima waktu, hidup kita akan lebih teratur, termanajemen, dan tidak suka membuang waktu, selain itu juga menyehatkan dengan gerakan-gerakan sholat tersebut, dan paling utamanya adalah kita berkomunikasi langsung kepada Allah SWT. Dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lain bagi kita. Semua itu bukanlah beban atau tanggungjawab semata yang diberikan pada kita orang Islam. Semua itu tidak lain adalah cara kita orang Islam untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, kecintaan kepada Allah dan rasul pembawa kabar gembira dari Allah SWT.

Dengan singkat kata "Mukallaf" adalah orang Islam Dewasa dan berakal yang bertanggungjawab  atas kallafnya sebagai makhluk Allah yang merupakan bentuk kecintaan atas karunia dan anugerah-Nya (telah menjadikan manusia makhluk yang sempurna).

Demikian uraian singkat ini, kirannya para ustadz, kyai, berkenan memberikan koreksi jika ada kekeliruan didalam uraian tersebut. dan mohon ma'af semoga bermanfaat dan menjadikan jalan rahmat Allah SWT.

Wallahul Muwaffiq Wal Taufiq Wal Hidayah Wa Afwaminkum,
Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.