//

Saturday, 27 June 2020

Beragama secara Digital

Assalamuálaikum, hai sobat mukallaf, sudah lama tak nulis diblog. Sempat terhenti karena beberapa hal yang mungkin belum ada mood untuk nulis lagi. Padahal banyak peristiwa-peristiwa yang akhir-akhir ini menjadikan kita harus merubah semua pola-pola kehidupan yang sudah kita jalani hari-hari sebelumnya, terutama bagi kita orang yang awam.
Oke sobat Mukallaf, kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita kepada teman-teman semua tentang keadaan disekitar kita yang akhir-akhir ini kita semua dihadapkan pada kondisi-kondisi yang tidak sewajarnya, bahkan diluar nalar kita.
Kemajuan teknologi yang sekarang ini, mengharuskan kita untuk berupaya mau tidak mau harus melakukannya, terlepas dari urusan duniawi maupun ukhrowi. Tak terlepas masalah agama, selain kita dihadapkan pada kemajuan teknologi berbasis digital kita juga dihadapkan pada musibah Covid-19. Berbagai macam peraturan dan Fatwa dilontarkan demi menjaga stabilitas kesehatan dan keamanan, yang terkadang aturan atau fatwa tersebut seperti membuat kita sulit untuk berbuat sesuatu. Dari hal tersebut saya tertarik untuk sharing dan berdiskusi untuk membahas tentang Beragama secara Digital.
Kenapa tidak memilih misalnya beragama di masa pandemic covid-19? Sepertinya sudah banyak yang menguraikan hal tentang itu. Mungkin judulnya aneh kederangannya, masa beragama secara digital, apakah ibadah-ibadah juga akan dalam bentuk digital? Belum tau juga, maka perlunya kita mengurai satu kata demi satu kata untuk menemukan maksud dari beragama secara digital.
Apa itu Beragama?
Coba kita cari tahu kata-kata beragama, menurut KBBI online Kemdikbud, beragama memiliki tiga arti 1). menganut (memeluk) agama; 2). beribadat; taat kepada agama; baik hidupnya (menurut agama); 3). sangat memuja-muja; gemar sekali pada…; mementingkan. Dari ketiga pengertian tersebut, paling tidak kita bisa membedakan kalimat yang didalamnya menggunakan kata beragama. Sebagai contoh, saya beragama Islam dan dia beragama Kristen. Dari kalimat tadi kata beragama memiliki arti memeluk, menganut agama. Contoh kalimat sederhana lagi,  Dia adalah seorang yang beragama kuat. Dari kata beragama kuat, apakah diartikan sebagai menganut/memeluk agama kuat? Tentu tidak donk, jadi beragama bisa diartikan sebagai orang yang taat ibadah, taat pada agama, dan bisa juga memiliki arti kuat pemahamannya tentang agama.
“Kita tidak dapat mengakui bahwa setiap orang yang mengaku beragama itu pasti mempunyai segala sifat-sifat yang baik.”
~ Imam Abu Hamid Al Ghazali ~
Dari contoh kata bijak diatas menyebutkan bahwa orang yang beragama belum tentu baik, lantas muncul pertanyaan bagaimana beragama? Agar dengan beragama memiliki sifat-sifat yang baik.
Kita mendapat ilustrasi sedikit dari kalimat diatas bahwa orang yang beragama (memeluk agama) belum tentu dia beragama (beribadah sesuai ajaran agama/taat kepada ajaran agama) yang menjadikannya tidak memiliki sifat-sifat beragama (memahami dan mengamalkan ajaran agama).
Jadi dapat kita fahami maksud Beragama di sini adalah pemahaman kita tentang agama/atau ajaran agama, sehingga kita mampu untuk menjalankan ajaran agama (beribadah) atau ketaatan kita dalam menjalankan perintah dan larangan agama.
Selanjutnya, Apa itu Digital?
Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Secara istilahada beberapa orang yang meberikan definisi atau pengertian tentang Digital.
  • Digital memiliki pengertian penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1, atau off dan on (bilangan Biner atau disebut juga dengan istilah Binary Digit).
  • Digital adalah segala sesuatu, baik grafis, teks, angka, maupun obyek lain yang dideskripsikan atau tersedia dalam bentuk numerik yaitu bilangan biner 0 dan 1 yang ditampilkan maupun tidak dengan bantuan peranti tertentu.
Ehmm… dari definisi diatas sudah dapat difahami kan, pa itu digital? Kalo saya mendifinisikan sendiri digital itu ya digital… hehehe, digital itu suatu bentuk objek yang dapat kita tangkap dengan indera penglihatan dengan bantuan piranti/perangkat lunak/computer.
Ditengah kemajuan teknologi yang serba digital atau digitalisasi, kita dihadapkan permasalahan-permasalahan yang dapat diselesaikan secara digital. Contoh, untuk berkomunikasi jarak jauh, antar pulau antar negara bisa dengan video call, secara virtual, dan kita bisa berkomunikasi serasa tidak ada jarak yang memisahkan kita. Mau makan, minum, belanja, dan lain sebagainya bisa dilakukan secara digital. Eiitssss beda konteks dengan judul lo ya… hehhehe.
Terus Beragama secara Digital itu apa dan bagaimana, lantas mengapa?
Hadeeeh… jadi banyak pertanyaan sendiri nih, key satu persatu ya.
Beragama secara Digital dapat kita fahami bahwa untuk memahami ajaran agama/ beribadah, bermuámalah bisa dilakukan secara digital. Eitsss… tapi jangan digebyah uyah loya... ntar sholatnya digital, haji digital, puasa digital… tapi tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk memahami beribadah yang benar secara digital. Okey.
Terkadang bagi kita yang awam masih terdapat keraguan untuk belajar agama melalui media-media digital, seperti TV, Youtube, Website, lebih-lebih blog, hehhe. Karena terkadang pembuat konten (content creator) tidak menunjukan latar belakang yang meyakinkan bahkan menyembunyikan identitasnya.
Oleh karenannya, saya akan memberikan beberapa saran dan masukkan beragama secara digital sebagai berikut:
  1. Sumber (konten keagamaan) yang dibaca dari media digital baik web, blog, medsos, dan lain sebagainya harus valid dan terpercaya.
  2. Didasari dengan dalil naqli dan aqli yang dapat difahami dengan akal sehat.
  3. Tidak mengandung unsur kebencian, atau keberpihakan terhadap paham yang ekstrem. Sehingga nantinya dapat berdampak pada pemahaman radikal. Contoh kecilnya adalah menyalahkan suatu ajaran agama tertentu dengan dalih sepihak untuk menghukumi seseorang sebagai kafir, biasanya pemahaman ini digunakan oleh kaum takfiri.
  4. Sumber atau referensi yang kita baca membuat kita jadi lebih memahami keberagaman, khasanah keilmuan tentang agama.
  5. Menjadikan kita lebih baik, dalam artian kita mampu menggunakan pemahaman dari sumber atau referensi yang kita baca tersebut dan mengamalkannya tanpa mendiskriminasi orang lain dengan pemahaman yang berbeda.
  6. Terpenting adalah mampu menjadikan kita lebih moderat, toleran, ramah dan adil dalam beragama.
Mungkin itu beberapa uraian panjang lebar yang mungkin masih blunder. Namun pada intinya sharing kali ini adalah bagaimana kita terus selalu untu belajar meski kita mempunyai keterbatasan untuk belajar agama baik dipesantren maupun di madrasah atau lainnya, sehingga kita memanfaatkan media digital untuk belajar agama.
Semoga para pemuka agama, cendekiawan, khususnya beragama Islam diharapkan terus memberi warna didunia maya untuk mencerdaskan ummat dengan memberikan wejangan, suguhan khasanah keilmuan agama sebagai penunjuk jalan menuju jalan yang di ridhoi Allah SWT. Wallahuálam bishowab
Wassalamuálaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. 

Sunday, 19 November 2017

Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Assalamualaikum Wr. Wb.

اَلْحَمْدُ للهِ وَالشُّكْرُلِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ سَيّدِ نَا وَمَوْلَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ, اَمَّا بَعْدُة

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT.
Marilah kita senantiasa mengucap syukur, biqoulina Alhamdulillahirobbil 'alamin, atas limpahan nikmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita. Shalawat salam marilah senantiasa kita haturkan kepada nabi junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW, biqoulina Allahummasholli 'ala sayidina wamaulana Muhammad", manusia pilihan Allah SWT yang diutus untuk memperbaiki uma manusia dijagat raya ini, semoga kita ummat Muhammad yang kelak mendapat syafa'atnya diyaumul kiyamah, amin ya robbal 'alamiin.

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT.
Sebagai muslim kita tentu tahu bahwa kita adalah umat terakhir yang mempunyai manusia pilihan Allah SWT sebagai utusan atau rasul Allah, yaitu Nabi Muhammad SAW. Rasul Allah Muhammad SAW diutus tidak lain untuk memperbaiki akhlak manusia di muka bumi ini. Sebagaimana Allah berfirman bahwa Nabi Muhammad adalah teladan yang baik bagi umat manusia. Sebagaimana pula sabda Nabi "Sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki akhlak"

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT. dari keterangan di atas perlu kita ingat keutamaan Nabi Muhammad diturunkan di dunia ini. Oleh karena demikian, sudah pasti apa yang telah dilaksanakan beliau menjadi acuan untuk melkasanakan kewajiban dan sunah-sunah yang telah ditetapkan.

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT. mari kita memulai hal yang sederhana, yaitu senantiasa mengucap syukur dari apa yang telah Allah limpahkan nikmat kepada kita dan senantiasa mengikuti sunah-sunah rasulullah dengan mengucap Sholawat. Sebagai umat nabi Muhammad SAW, sholawat ditujukan kepada beliau dalam rangka untuk ucap syukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Dan terlebih kita sampaikan sholawat di awal bulan Rabiul Awal dari tanggak 1 hingga 12, dimana tanggal pada bulan tersebut adalah menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT. mari kita belajar seksama tentang keutamaan shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
Di dalam kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H. / 1503-1566 M.), cetakan “Maktabah al-Haqiqat” Istambul Turki, diterangkan tentang keutamaan-keutamaan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
1. Sayyiina Abu Bakar RA. berkata:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان رفيقي في الجنة

"Barangsiapa membelanjakan satu  dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga"

2. Berkata Sayyidina Umar RA.

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”

3. Berkata Sayyidina Utsman RA.:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين

“Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

4. Sayyidina Ali RA. berkata:

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”

5. Imam Hasan Bashri RA. berkata:

وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا فأنفقته على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم

“Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan memperingati maulid Nabi SAW.”

6. Imam Junaed al-Baghdadi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya, berkata:

من حضر مولد النبي صلى الله عليه وسلم وعظم قدره فقد فاز بالإيمان

“Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.”

7. Imam Ma’ruf al-Karkhi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya:

من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين و كان فى أعلى عليين

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin)

8. Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:

: ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم

“Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya.

Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu.

Dan barangsiapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi saw.”

9. Imam Syafi’i, semoga Allah merahmatinya, berkata:

من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصادقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم

“Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi SAW, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga Na’im.”

10. Imam Sirri Saqathi, semoga Allah membersihkan sir (bathin)-nya:

من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبة النبي صلى الله عليه و سلم . وقد قال صلى الله عليه و سلم : من أحبني كان معي فى الجنة

“Barangsiapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.”

11. Imam Jalaluddin as-Suyuthi berkata:

مامن بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم إلا حفت الملائكة ذلك البيت أو المسجد أو المحلة وصلت الملائكة على أهل ذلك المكان وعمهم الله تعالى بالرحمة والرضوان.
وأما المطوفون بالنور يعنى جبريل و ميكائيل و اسرافيل و عزرائيل عليهم الصلاة و السلام فانهم يصلون على من كان سببا لقراءة النبي صلى الله عليه و سلم. و قال أيضا: ما من مسلم قرأ فى بيته مولد النبي صلى الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالى القحط والوباء والحرق والغرق والأفات والبليات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص من أهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر ونكير ويكون فى مقعد صدق عند مليك مقتدر. فمن أراد تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم يكفيه هذا القدر. ومن لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم لو ملأت له الدنيا فى مدحه لم يحرك قلبه فى المحبة له صلى الله عليه وسلم.

“Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yg di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.”

Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, dan Izra’il as. Karena, sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah swt untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan maulid Nabi saw. Dan, dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan di dalam rumahnya pembacaan maulid Nabi saw melainkan Allah swt menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan, apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar di sisi penguasa yang berkuasa. Dan, barangsiapa ingin mengagungkan maulid Nabi saw, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya.

Dan, barangsiapa di sisinya tidak ada pengagungan terhadap maulid Nabi saw, seandainya penuh baginya dunia di dalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya di dalam kecintaannya terhadap Nabi saw.

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT, demikian kiranya uraian singkat, dan semoga kita semua mendapatkan manfaat dan barokah. Amin ya robbal alamin.
Akhirul kalam
Wallahulmuwaffiq ila aqwamith thariq
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Monday, 20 February 2017

Pengetian Mukallaf

Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillah, kali ini perkenankan saya ngeblog sedikit mengulas tentang mukallaf, sebagaimana judul blog yang saya gunakan ini. Karena jikalau kita memahami apa arti dalam pemberian sebuah nama atau judul insya Allah akan lebih mudah difahami esensi dari informasi yang akan disampaikan.

Bismillahirrohmanirrohim...
langsung saja, saya akan sedikit mengulas tentang beberapa hal tentang Mukallaf.
- Apa itu Mukallaf?
- Siapa itu Mukallaf?
- Mengapa disebut Mukallaf?
- Bagaimana menjadi Mukallaf?
- Kapan dan dimana seorang Mukallaf?

pertanyaan yang agak berat bagi saya, orang yang masih awam, namun semoga dapat memberikan sedikit manfaat.
1. Apa itu Mukallaf?
Pengertian Mukallaf.
Secara sekilas kita tahu kata Mukallaf berasal dari bahasa Arab yaitu "Kallafa", Ini merupakan kata dasar yang mempunyai arti "membebani". Sedang kata "Mukallaf" merupakan masdar mim dari kata "Kallafa" yang mempunyai arti "yang dibebani". Pertanyaannya sekarang, Siapa yang dibebani? Secara istilah "Mukallaf" mempunyai pengertian yaitu orang Islam yang dikenai kewajiban (beban) atau perintah dan menjauhi larangan agama.

2. Siapa itu Mukallaf?
Dari pengertian diatas kita ketahui bahwa "mukallaf" adalah orang Islam, yaitu setiap orang yang beragama Islam (Muslim) yang dikenai tanggungjawab untuk melaksanakan kewajiban yang dikenainnya dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Jadi yang disebut "Mukallaf" itu adalah orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Lantas orang Islam yang bagaimana yang dikenai tanggungjawab atau kewajiban tersebut? Kita sudah tahu bahwa "Mukallaf" adalah orang Islam, dimana disebut orang Islam itu adalah minimal telah mengucapkan 2 kalimat Syahadat, yaitu Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Dimana seseorang telah bersaksi dengan seyakin-yakinnya secara lisan, yang didasari dari hati dan diamalkan dalam perbuatan.

3. Mengapa disebut Mukallaf?
Kemudian setelah menjadi seorang muslim dengan mengucap kalimat Syahadat, berarti telah berikrar atas kesaksian adanya Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW adalah utusan Allah. Dan ini berarti pula siap melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh Allah (perintah dan larangan) dan mengikuti Rasul Muhammad SAW. Hal yang paling utama kemudian adalah mengenai Rukun Iman, yaitu mengimani bahwa pertama, Yaqin dengan sepenuh hati (sungguh-sungguh) adanya Allah SWT. Kedua, Yaqin adanya Malaikat-malaikat Allah yang berjumlah 10, yang memiliki tugas masing-masing sebagai makhluk Allah SWT. Ketiga, Yaqin bahwa Allah mengutus para Rasul (utusan), dimana yang wajib diketahui adalah 25 nabi dan Rasul (utusan). Keempat, Yaqin kepada 4 kitab yang telah Allah wahyukan kepada para utusan (Taurat= Nabi Musa as, Zabur= Nabi Daud as, Injil= Nabi Isa as, Al Quran= NabiMuhammad SAW.). Kelima, Yaqin tentang akan datangnya hari akhir (Kiamat). Dan Keenam, Yaqin tentang Qadha (ketetapan) dan Qodar (takdir) Allah SWT. 
Setelah itu kemudian melaksanakan Rukun Islam yang jumlahnya ada 5, yaitu 1. Mngucap Syahadat; 2. Tunaikan Sholat 5 waktu (Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar, dan Maghrib), 3. Tunaikan Zakat; 4. Tunaikan Puasa; 5. Tunaikan Haji ke Baitullah (bagi yang mampu, fisik, mental, dan finansial).
Mengapa disebut "Mukallaf", karena sudah menjadi seorang muslim yang telah memenuhi syarat syar'i, yaitu dewasa dan berakal (akil baligh).

4. Bagaimana menjadi Mukallaf
Sebagai seorang Mukallaf, sesuai dengan pengertian diatas tadi, bahwa tujuan utama adalah menjadi seorang yang taqwa (melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah). Menjalankan perintah Allah mulai dari yang wajib hingga mubah dan menjauhi dari yang haram hingga yang makruh. Sebagai Mukallaf juga memiliki 2 tanggung jawab utama, pertama, Hablum Minallah, kedua, Hablum Minannas. 
Dengan demikian, sebagai Mukallaf kita diberikan tanggungjawab untuk bertaqwa kepada Allah dengan beribadah kepada Allah secara langsung dan beribadah melalui makhluk makhluk Allah lainnya (Manusia, Hewan, Tumbuhan, dan semesta alam beserta isinya).

5. Kapan dan Dimana menjadi Mukallaf?
Kapanpun dan dimanapun, setelah mengucap kalimat syahadat dan telah memenuhi ketentuan syar'i, tanggung jawab tersebut melekat daripadanya, hingga batalnya keislaman dan ketentuan Syar'i.

Saudara-saudara yang dirahmati Allah SWT, setelah sedikit mengurai hal tersebut, seolah-olah bahwa menjadi seorang Islam adalah berat. Bisa kita cermati bersama uraian diatas, namun perlu difahami bahwa, semua kewajiban dan larangan Allah itu adalah kebaikan (anugerah) bagi Manusia. Contoh ketika kita melaksanakan Sholat lima waktu, hidup kita akan lebih teratur, termanajemen, dan tidak suka membuang waktu, selain itu juga menyehatkan dengan gerakan-gerakan sholat tersebut, dan paling utamanya adalah kita berkomunikasi langsung kepada Allah SWT. Dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lain bagi kita. Semua itu bukanlah beban atau tanggungjawab semata yang diberikan pada kita orang Islam. Semua itu tidak lain adalah cara kita orang Islam untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, kecintaan kepada Allah dan rasul pembawa kabar gembira dari Allah SWT.

Dengan singkat kata "Mukallaf" adalah orang Islam Dewasa dan berakal yang bertanggungjawab  atas kallafnya sebagai makhluk Allah yang merupakan bentuk kecintaan atas karunia dan anugerah-Nya (telah menjadikan manusia makhluk yang sempurna).

Demikian uraian singkat ini, kirannya para ustadz, kyai, berkenan memberikan koreksi jika ada kekeliruan didalam uraian tersebut. dan mohon ma'af semoga bermanfaat dan menjadikan jalan rahmat Allah SWT.

Wallahul Muwaffiq Wal Taufiq Wal Hidayah Wa Afwaminkum,
Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Tuesday, 13 September 2016

Bukan Bintang Harapan

Oleh : kgms
Jika...
Dirasa kusudah tiada
Tak usah kau ragu padaku
Untuk kau tingalkan

Jika...
Dirasa ku membuatmu
Tak mampu tuk berdiri
Tinggalkanlah saja aku

Ku memang hanya menuntutmu
Mengatur segala sikapmu
Agar kau pedulli padaku

Tak mampu diri ini
Jika...
Terus berdiri
Tuk menjadi bintang harapanmu

Kau buang jauh
Omong kosongku
Yang hanya menjadikanmu
Beban berat di hatimu

Hingga kau tak mampu
Untuk kau berdiri
Menjadi sang pemimpi...

Wednesday, 27 July 2016

Mensyukuri Atas Penciptaan Makhluk (Manusia)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Pembaca budiman yang di rahmati Allah SWT.
Marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur atas limpahan nikmat, taufiq, hidayat, serta inayah-Nya. Shalawat salam marilah senantiasa kita kumandangkan untuk baginda rosul Muhammad SAW.
Pembaca budiman yang di rahmati Allah SWT.
Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan apa yang telah Allah perintahkan. Dan perlu kita syukuri atas penciptaan kita (manusia) di bumi ini. Perkenankan saya menuliskan sedikit dari apa yang saya sedikit ketahui tentang penciptaan manusia.
Pembaca budiman yang dirahmati Allah SWT.
Sesuatu yang Allah ciptakan adalah mempunyai tujuan dan maksud, sebagaimana penciptaan manusia di bumi ini untuk menjadikan manusia sebagai khalifah. Sebagaimana yang termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 30.

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ 

ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ 

Artinya : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

Manusia adalah makhluk Allah yang sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Manusia diciptakan dengan di lengkapi nafsu dan akal. Berbeda dengan malaikat yang hanya diberikan akal tanpa nafsu, dan berbeda pula dengan binatang yang diberikan nafsu saja. Sehingga manusia akan mencapai puncak kemulyaan lebih diatas malaikat apabila mampu mengendalikan nafsu dengan akalnya dan sebaliknya, akan menjadi makhluk rendah melebihi binatang jika nafsu yang mengendalikan akalnya.

Pembaca budiman yang dirahmati Allah SWT.
Manusia di ciptakan di muka bumi ini tidak untuk berfoya-foya dan bersenda gurau saja, namun Allah mempunyai alasan sebagaimana firmanya dalam surat Adz Dzariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 

Artinya : "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"

Kita di ciptakan di muka bumi ini sebagai khalifah Allah untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Sebagai khalifah tentunya adalah amanah yang teramat berat. Namun ada yang perlu kita syukuri dari sini adalah kemulyaan yang telah Allah berikan kepada kita bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainya. Seperti contoh Allah menciptakan jin, yang mana jin adalah makhluk Allah yang taat dan pernah merajai para malaikat dan makhluk yang telah di murkai Allah karena telah berpaling.

Dan yang tak kalah penting dari hal tersebut adalah kesempurnaan atas penciptaan manusia. Mari kita lihat  sejenak dari diri kita bila kita bercermin, lihat tubuh kita dari ujung rambut hingga ujung kaki, ada mata, telinga, mulut, hidung. lengan, kaki dan lain sebagainya, belum yang terdapat di dalam tubuh, ada tulang, jantung paru-paru, ginjal usus, lambung dan sebagainya. Yang masing-masing organ bekerja sesuai fungsinya tanpa kita suruh.

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ  تَشۡكُرُونَ
Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur" (QS. An Nahl : 78)

Ibnu Qayyim al Jauzi menengarai syukur kepada Allah merupakan amal tertinggi. Separuh dari iman adalah syukur, sedang separuhnya lagi adalah sabar.

Pembaca budiman yang di rahmanati Allah SWT.
Sebagai khalifah Allah yang senantiasa mengabdikan diri kepada-Nya, tak henti-hentinya mari kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa dengan cara sederhana yaitu melalui syukur. Bersyukur atas semua yang telah Allah limpahkan kepada kita. Mensyukurinya dengan mempergunakan segala sesuatu yang telah Allah berikan untuk kebaikan dan di jalan-Nya.
Semoga kita termasuk orang yang senantiasa bersyukur dan amanah. Amiin... ya robbal 'alamin.
Wallahu a'lam bi showab.

akhirulkalam, Ihdhinashshirathal mustaqiim,
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamitthariq
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.